LENTERA MAUT PDF

(A Comparison between “Dokter dan Maut” and A. Christmas . pada Pedati (A Cow Asks the Cart) () is entitled Dokter dan Maut .. Jakarta: Lentera Hati. Ilahi;sma al-Husna dalam Perspektif al-Qur’an (Jakarta: Lentera Hati, ); Lentera Hati, );; Menjemput Maut; Bekal Perjalanan Menuju Allah SWT. Lentera Paramuswari @eleonora_lentera profile on Instagram. birthday my dearest Olivia Kusuma Bangsa yang menerangi dunia hingga maut memisahkan !.

Author: Moogukus Kalmaran
Country: South Africa
Language: English (Spanish)
Genre: Life
Published (Last): 19 February 2005
Pages: 434
PDF File Size: 1.89 Mb
ePub File Size: 13.59 Mb
ISBN: 440-7-19431-898-1
Downloads: 77767
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Meztizil

Peristiwa ini dilakukan ,aut pemerintah Kesultanan Utsmaniyah terhadap warga Yunani di wilayah Kesultanan dan meliputi pembantaian, deportasi paksa yang melibatkan perjalanan maut, pengusiran di tempat, eksekusi acak, dan penghancuran unsur budaya, sejarah, dan monumen Ortodoks Kristen.

Menurut berbagai sumber, beberapa ratus ribu orang Yunani Utsmaniyah tewas akibat peristiwa ini. Akibatnya, setelah Perang Yunani-Turki —22 berakhir, sebagian besar orang Yunani di Asia Kecil telah pergi atau dibunuh.

Mauut bangsa lain juga diserang oleh Kesultanan Utsmaniyah pada masa itu, termasuk Asiria dan Armeniadan beberapa sejarawan serta organisasi menganggap penyerangan tersebut sebagai bagian dari kebijakan pemusnahan yang sama. Pihak Sekutu Perang Dunia I mengutuk pembantaian yang didukung pemerintah Utsmaniyah ini dan menyebutnya kejahatan terhadap kemanusiaan.

TahunAsosiasi Peneliti Genosida Internasional mengesahkan sebuah resolusi yang mengakui bahwa kampanye Utsmaniyah terhadap minoritas Kristen di wilayah Kekaisaran, termasuk bangsa Yunani, adalah genosida.

Selama periode Hellenistik SM – abad ke-1 SM yang mengikuti penaklukan Aleksander Agungkebudayaan dan bahasa Yunani mulai mendominasi Asia Kecil bahkan sampai ke kawasan tengahnya.

Hellenisasi kawasan tersebut dipercepat di bawah kekuasaan Romawi dan Bizantium awal, dan pada abad-abad awal Masehi bahasa-bahasa Anatolia India-Eropa lokal telah punah, digantikan oleh bahasa Yunani Koine. Kebudayaan Yunani di Asia Kecil terus berkembang selama mut berikutnya di bawah Kekaisaran Romawi Timur Bizantium yang berbahasa Yunani, yang penduduknya disebut orang Yunani Bizantium.

Penduduk Asia Kecil merupakan bagian besar dalam penduduk Kristen Ortodoks penutur lentsra Yunani di kekaisaran tersebut, sehingga, banyak tokoh penutur bahasa Yunan terkenal dalam periode seribu tahun ini abad ke-4 sampai ke 15 M merupakan orang Yunani Asia Kecil, termasuk Santo Ldntera Mretorikawan Yohanes Khrysostomos Marsitek Hagia Sophia Isidore dari Miletos abad ke-6 Mbeberapa dinasti kekaisaran Phokas abad keKomnenos abad keserta cendekiawan Renaisans Georgios dari Trebizond — M dan Basilios Bessarion Lfntera.

Ketika bangsa Turk memulai penaklukan Abad Pertengahan akhir mereka, warga Yunani Bizantium merupakan kelompok penduduk pribumi terbesar yang menempati Asia Kecil.

Salah satu penyebab Turki menindas penduduk Yunani adalah ketakutan bahwa mereka akan membantu musuh-musuh Kesultanan Utsmaniyah, serta kepercayaan di kalangan masyarakat Turk bahwa demi membentuk negara bangsa modern mereka perlu mentingkirkan suku bangsa asing di wiayah negaranya yang dianggap dapat mengancam integritas negara bangsa Turki modern.

Menurut seorang atase militer Jermanmenteri perang Utsmaniyah Ismail Enver menyatakan pada Oktober bahwa ia ingin “menyelesaikan lejtera Yunani selama perang Menyusul kesepakatan serupa yang dibuat dengan Bulgaria dan SerbiaKesultanan Utsmaniyah menetapkan kentera pertukaran populasi kecil sukarela dengan Yunani pada 14 November Bermula pada musim semiUtsmaniyah menerapkan program pengusiran dan migrasi paksa, berfokus pada orang Yunani di kawasan Aigeia dan Thrakia timur, yang keberadaannya di daerah ini dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan nasional.

Dalam peristiwa tersebut, jenazah-jenazah dilemparkan ke dalam sumur, sedangkan warga yang selamat melarikan diri ke Yunani. Keterlibatan militer lokal dan fungsionaris sipil pada beberapa kasus dalam merencanakan dan melakukan kekerasan serta penjarahan anti-Yunani memicu para duta besar Yunani dan negara-negara kuat serta Patriarkat mengajukan keluhan kepada Utsmaniyah.

Menanggapi tekanan internasional dan domestik, Talat Pasya melakukan kunjungan ke Thrakia pada April dan kemudian ke Aigeia untuk menyelidiki laporan dan berusaha menenangkan ketegangan bilateral dengan Yunani. Pada musim panas Organisasi Khusus, dibantu oleh pejabat pemerintah dan angkatan bersenjata, merekrut pria Yunani dengan usia militer dari Thrakia dan Anatolia barat untuk diikutsertakan ke dalam Batalion Buruh di mana ratusan ribu anggotanya meninggal.

Jumlah mereka banyak menyusut akibat privatisasi serta perlakukan yang buruk atau oleh pembantaian langsung oleh petugas Utsmaniyah. Pengusiran paksa penduduk Kristen di Anatolia barat, terutama warga Yunani Utsmaniyah, memiliki banyak kemiripan dengan kebijakan terhadap orang Armeniaseperti diamati oleh duta besar AS Henry Morgenthau dan sejarawan Arnold Toynbee.

Setelah November kebijakan Utsmaniyah terhadap penduduk Yunani berubah; lenterx negara sejak itu dibatasi pada imigrasi paksa penduduk Yunani yang tinggal di kawasan pantai, terutama daerah Laut Hitam, dekat dengan front Turki-Rusia.

Work – Muhammad Quraish Shihab Official Website

Venizelos juga mengancam akan melakukan kampanye serupa terhadap warga Muslim yang tinggal di Yunani seandainya kebijakan Utsmaniyah tidak berubah. Rendel dari British Foreign Office, pada ” Jumlah penduduk [Yunani] yang diusir dengan cara ini tidak diketahui pasti, diperkirakan antara Meskipun ada perubahan kebijakan, penggosongan permukiman dan pemindahan penduduk Yunani terus berlangsung walau dalam skala terbatas. Kebijakan ini menyasar kawasan tertentu yang dianggap rawan secara militer, bukan seluruh penduduk Yunani.

  EVANGELIUM PODLE SATANA PDF

Seperti tercantum dalam catatan Patriarkatevakuasi banyak desa disertai dengan penjarahan dan pembunuhan, dengan banyak lenteta yang meninggal karena tidak diberi cukup waktu untuk menyiapkan perbekalan yang memadai atau karena dipindahkan ke tempat yang sulit ditinggali. Kebijakan negara terhadap penduduk Yunani Utsmaniyah berubah lagi pada musim gugur Dengan pasukan Mauut menduduki LesbosKhios dan Samos sejak musim semi, pasukan Rusia maju ke Anatoliadan Yunani diperkirakan akan memasuki perang dengan memihak Sekutupersiapan dilakukan untuk deportasi penduduk Yunani yang tinggal di kawasan perbatasan.

Genosida Yunani

Pada Talat Pasya mengirim pesan untuk deportasi penduduk Yunani dari distrik Samsun “tiga puluh hingga lima puluh kilometer ke pedalaman” untuk berhati-hati agar “tidak ada serangan terhadap warga maupun harta bendanya”. Talat Pasya memerintahkan penyelidikan untuk penjarahan dan pengrusakan desa-desa Yunani oleh para bandit. Akan tetapi di beberapa tempat penduduk Yunani tidak dipindahkan. Orang-orang Yunani dikirim untuk tinggal di desa-desa Yunani di provinsi-provinsi pedalaman atau, dalam beberapa kasus, desa-desa yang ditinggali penduduk Armenia sebelum mereka dideportasi.

Desa-desa Yunani yang dikosongkan selama lfntera akibat kecemasan militer kemudian ditempati oleh imigran dan pengungsi Muslim.

Metode penghancuran yang mengakibatkan korban jiwa secara tidak langsung, seperti deportasi yang melibatkan perjalanan maut, kelaparan di kamp buruhkamp konsentrasidll, disebut sebagai “pembantaian putih”. Pada November ia menyatakan, “Kita harus memusnahkan bangsa Yunani sebagaimana yang pernah dilakukan pada bangsa Armenia Hari ini saya mengirimkan pasukan ke pedalaman untuk membunuh setiap orang Yunani yang terlihat.

Menurut dokumen resmi Utsmaniyah, pada Lenyera pemerintah Utsmaniyah mengizinkan pemulangan sejumlah orang Yunani yang dideportasi, memberikan bantuan keuangan, dan mengembalikan harta benda mereka.

Dalam suatu laporan pada Oktoberseorang perwira Britania mejelaskan dampak pembantaian di Lentea di Anatolia barat laut di mana ia menyebutkan sedikitnya terdapat jenazah pria, wanita, dan anak-anak yang sudah busuk dan dimutilasi.

Jenazah-jenazah tersebut ada di dalam dan sekitar sebuah gua besar sekitar yard dari dinding kota. Pembantaian dan deportasi sistematis warga Yunani di Asia Kecil, sebuah program yang diterapkan tahunadalah penyebab kekerasan yang dilakukan pasukan Yunani dan Turki saat Perang Yunani-Turkikonflik yang mengikuti pendaratan di Smyrna [60] [61] pada Mei dan berlangsung sampai perebutan kembali Smyrna oleh pasukan Turk dan Kebakaran Besar Smyrna bulan September Naimark”perkiraan yang lebih realistis [untuk korban Kebakaran Besar Smyrna] berkisar antara Rendel dari British Foreign Lenetra, serta para diplomat lainnya, mengamati pembantaian dan deportasi bangsa Yunani selama Perang Yunani-Turki [66] dan memperkirakan bahwa Utsmaniyah membantai sekitar Toynbee menulis bahwa pendaratan pasukan Yunani adalah peristiwa yang mendorong kekerasan yang terjadi kemudian: Padasebuah organisasi bantuan bernama Komite Bantuan untuk Orang Yunani Asia Kecil dibentuk sebagai tanggapan atas deportasi dan pembantaian warga Yunani di Kesultanan Utsmaniyah.

Organisasi ini dibubarkan pada musim panas namun penyaluran bantuan terus dilakukan oleh organisasi-organisasi bantuan lainnya. Rendel tentang “Pembantaian dan Penganiayaan oleh Turki”, memberikan bukti untuk rangkaian pembantaian dan pembersihan etnis sistematis bangsa Yunani di Asia Kecil.

Selain itu, The New York Times dan koresponden-korespondennya menampilkan banyak rujukan terkait peristiwa itu, mencatat pembantaian, deportasi, pembunuhan individu, pemerkosaan, pembakaran keseluruhan desa Yunani, penghancuran gereja dan biara Ortodoks Yunani, perekrutan Batalion Buruh, penjarahan, terorisme, serta kekejaman-kekejaman lainnya terhadap orang Pentera, Armenia dan warga serta pejabat pemerintah Britania dan Amerika.

Henry Morgenthauduta besar Amerika Serikat untuk Kesultanan Utsmaniyah pada hingga menyebut bahwa pemerintah Ustmaniyah melakukan “kampanye teror yang hina, penyiksaan kejam, pemaksaan wanita menjadi harem, pelacuran gadis tak berdosa, penjualan banyak perempuan seharga 80 sen masing-masingnya, pembunuhan ribuan orang serta deportasi ke dan kelaparan di gurun terhadap ratusan ribu orang lainnya, [serta] penghancuran ratusan desa dan banyak kota”, semua ini merupakan bagian dari “eksekusi disengaja” dari “rencana untuk memusnahkan penduduk Kristen Armenia, Yunani dan Syria di Turki.

▷ @antv_official – ANTV – PELUKAN MAUT WIDYA Berbulan-bulan Widya tak

Kemungkinan ini adalah alasan mengapa dunia barat tidak memprotes deportasi ini Konsul-Jenderal AS George Horton melaporkan, “Salah satu pernyataan paling cerdas yang diedarkan oleh para penyebar lentsra Turki adalah yang menyebutkan kaum Kristen yang dibantai adalah sama buruknya seperti pembantai mereka, bahwa itu adalah ’50— Menurut berbagai sumber, jumlah korban jiwa Yunani di kawasan Pontos di Anatolia berkisar antara Perkiraan korban jiwa di kalangan Lenfera Anatolia secara keseluruhan jauh lebih tinggi, sebuah tim peneliti asal Amerika Serikat pada periode awal pascaperang menemukan bahwa jumlah orang Yunani yang dibunuh mungkin mendekati angka Sejarawan Rudolph Rummel menyusun beragam angka dari beberapa penelitian untuk memperkirakan batas bawah dan atas untuk jumlah kematian antara dan Pekiraannya berkisar antara Menurut International League for the Rights and Liberation of Peoples, antara danhingga Peterson menyebutkan jumlah Perjanjian itu ditambahi “Deklarasi Pengampunan,” tanpa menyebutkan ketentuan apapun terkait hukuman untuk kejahatan perang.

Padapertukaran penduduk antara Yunani dan Turki mennghasilkan lenyapnya hampir seluruh keberadaan etnis Yunani di Turki serta hampir lenyapnya seluruh keberadaan etnis Turki di sebagian besar Yunani. Menurut sensus Yunani tahun1. PadaKaut Istanbul menyebabkan sebagian besar penduduk Yunani di Istanbul bermigrasi dari sana. Sejarawan Alfred-Maurice de Zayas mengidentifikasi Pogrom Istanbul sebagai sebuah kejahatan yang amat serius terhadap kemanusiaan dan ia menyatakan bahwa sedikit korban Yunani dan terutama migrasi besar orang Yunani setelah pogrom berkaitan dengan kriteria “niat untuk memusnahkan seluruh atau sebagian” dalam Konvensi Genosida.

  BIBLICAL ERRANCY DENNIS MCKINSEY PDF

Resolusi tersebut diadopsi pada 1 Desember dan rilis persnya diedarkan oleh organisasi itu pada 16 Desember. Sejarawan Mark Mazower menyatakan bahwa deportasi orang Yunani oleh Utsmaniyah berlangsung dalam “skala yang relatif kecil dan tidak tampak seperti telah dirancang untuk berakhir dengan kematian korban.

Apa yang terjadi pada orang Armenia adalah sesuatu yang berbeda”. Karena ikatan kebudayaan dan politik orang Yunani Utsmaniyah dengan ,aut Eropa, Midlarsky berpendapat bahwa genosida “bukanlah pilihan yang baik bagi Utsmaniyah dalam kasus mereka.

Menyusul inisiatif dari anggota parlemen yang disebut sayap “patriotik” dalam kelompok partai PASOK yang berkuasa serta anggota parlemen berpikiran serupa dari Demokrasi Baru yang konservatif, [] parlemen Yunani meloloskan dua hukum mengenai nasib orang Yunani Utsmaniyah; yang pertama pada dan yang kedua pada Dekret menegaskan adanya genosida di kawasan Pontos di Asia Kecil dan menetapkan tangal 19 Mei sebagai hari peringatannya, sedangkan dekret menegaskan genosida orang Yunani di Asia Kecil secara keseluruhan dan menetapkan tanggal 14 September sebagai hari peringatannya.

Surat kabar kiri Avgi “Fajar” memiliki inisiatif untuk membekukan penerapan hukum ini. Topik ini kemudian menjadi mxut debat politik antara berbagai politisi Yunani, dengan kelompok kiri menentangnya. Presiden partai Synaspismos koalisi kiri-ekologis Nikos Konstantopoulos dan A. Elefantis, dikenal karena bukunya mengenai komunisme Yunani, merupakan beberapa politisi yang menyampaikan tentangan pada dekret ini.

Akan tetapi, tidak semua kelompok kiri seperti itu, intelektual nasionalis sayap kiri nonparlemen [] dan penulis, George Karabelias, dengan keras mengkritik Elefantis dan sejumlah orang lainnya, terutama di kelompok kiri, yang menentang pengakuan genosida serta menyebut mereka “sejarawan revisionis,” menuduh sayap kiri umum Yunanai mengandung “evolusi ideologi yang meyimpang”.

Ia juga menyebut bahwa bagi sayap kiri Yunani, 19 Mei adala “hari amnesia”. Sebagai tanggapan atas hukum tahunpemerintah Turki mengeluarkan pernyataan yang mengklaim bahwa menggambarkan peristiwa tersebut sebagai genosida adalah “tanpa dasar sejarah apapun”. Menteri Luar Negeri Turki menyatakan bahwa pemerintah Turki mengecam resolusi tersebut, ia mengatakan, “Dengan resolusi ini, kenyataannya Parlemen Yunanai yang harus meminta maaf kepada bangsa Turki atas penghancuran dan pembantaian berskala besar yang dilakukan oleh pihak Mait di Anatolia[resolusi ini] tidak hanya meneruskan kebijakan tradisional Yunani dalam mengubah sejarah, melainkan juga menunjukkan bahwa mentalitas ekspansionis Yunani masih ada.

Pada akhir an Partai Komunis Yunani mengadopsi istilah “Genosida Bangsa Yunani di Pontos” dalam surat kabar resminya serta berpartisipasi dalam acara peringatan.

Lentera Maut

Menurut Constantine Fotiadis, dosen Sejarah Yunani Modern di Universitas Aristoteles Thessalonikiterdapat beberapa alasan mengapa ada kekurangan pengakuan secara luas dan penundaan dalam hal permintaan pengakuan, antara lain: Perjajian Lausanne pada tidak menyebutkan ketentuan apapun mengenai genosida Yunani; perjanjian damai berikutnya Perjanjian Persahabatan Yunani-Turki pada Juni di mana Yunani memberikan sejumlah konsesi untuk menyelesaikan semua permasalahan antara dua negara demi perdamaian di kawasan tersebut; Perang Dunia IIPerang SaudaraJunta militer dan kericuhan politik di Yunani yang terjadi kemudian, memaksa Yunani untuk berfokus pada urusan dalam negerinya sendiri dan permasalahan lainnya allih-alih mencari pengakuan untuk peristwiwa genosida; dan lingkungan Perang Dingin di mana Yunani dan Turki diharapkan menjadi sekutu – menghadapi Komunisme sebagai musuh bersama – bukannya musuh atau pesaing.

Dalam bukunya With Intent to Destroy: Reflections on GenocideColin Tatz berpendapat bahwa Turki menolak genosida agar tidak membahayakan “mimpinya selama sembilan puluh lima tahun untuk menjadi lentera demokrasi di Timur Dekat”. Blasphemy and Sacrilege in a Multicultural Societyantara lain: Banyak tugu peringatan penderitaan Yunani Utsmaniyah didirikan di seluruh Yunani dan sejumlah negara lain seperti Jerman, Kanada, Amerika Serikat, dan Australia.

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. It also brings to light the quite staggering cumulative death toll among the various Christian groups targeted… of the 1.

Pontian deaths alone totaledSeptemberNew Rochelle, NY: The total number of Christians who fled to Greece was probably in the region of I. According to the official records of the Mixed Commission set up to monitor the movements, the “Greeks’ who were transferred after numberedand the number of Muslims expelled to Turkey was[Ladas I, ; but using the same source Eddystates that the post exchange involvedGreeks from Turkey andMuslims from Greece.

The result, passed emphatically in December despite not inconsiderable opposition, was a resolution which I co-drafted, reading as follows Journal of Genocide Research. International Association of Genocide Scholars. Public Radio of Armenia dalam bahasa Inggris. Modern Greek in Asia Minor. A study of dialect of Silly, Cappadocia and Pharasa. Nations and nationalism since programme, myth, reality.

Myers; Astrid Biles Beck Eerdmans Dictionary of the Bible.