DISLOKASI PANGGUL KONGENITAL PDF

Congenital hip dislocation (CHD) is a condition where the head of the femur moves out of the socket of the pelvic bone. A child with CHD can be detected. Asma (Anak) · Gangguan Spektrum Autistik (Anak) · Penyakit Paru-paru Kronik · Kaki pekuk · Kolik (Bayi) · Dislokasi Panggul Kongenital · Batuk & Pilek · Diare. Congenital Hip Dislocation / Developmental Dislocation of Hip / Dislokasi Panggul Kongenital Congenital Hip Dislocation / Developmental.

Author: Shagor Kajikus
Country: Greece
Language: English (Spanish)
Genre: Life
Published (Last): 27 July 2007
Pages: 488
PDF File Size: 18.99 Mb
ePub File Size: 1.23 Mb
ISBN: 664-4-51969-196-8
Downloads: 83543
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Gardagis

DDH – Wikipedia

Congenital Dislocation of the Hip Download Report. Published on Jul View 86 Download 4. Congenital dislocation of the hip terjadi panggu, kejadian 1,5 per 1. Dislokasi kongenital adalah suatu fase spektrum instabilitas pangkal paha pada bayi baru lahir. Biasanya pada waktu lahir pangkal paha sepenuhnya stabil dan bertahan pada fleksi parsial. Faktor genetik pasti mempunyai peran dalam etiologi, karena dislokasi kongenital cenderung terjadi pada keluarga dan bahkan pada seluruh populasi.

Diagnosis yang berhasil tergantung dari pengenalan gambaran fisik dari dislokasi panggul kongenital pada neonatus. Penemuan-penemuan ini merupakan manifestasi dari kelemahan sendi dan tidak stabilnya caput femoral dan asetabulum. Untuk dislokasi panggul dapat dideteksi dengan menggunakan prasat Ortolani dan Barlow, pangyul bayi harus direlaksasikan, lebih baik dalam keadaan tidur atau xislokasi. Jika bayi menangis atau kejang maka gambaran fisik ini akan terlihat. Tujuan terapi adalah mencapai mempertahankan reduksi konsentris dari dislokasi panggul, tanpa komplikasi nekrosis avaskular.

Keadaan cacat yang terdapat pada dislokasi disloaksi kongenital tersebut akan semain berat setelah anak dapat berjalan. Sehingga terapi pun akan semakin sukar. Maka terapi perlu secepat mungkin dilakukan.

Gambar 1 2 Spina iliaca anterior superior SIAS dan tuberculum pubicum berada pada bidang coronalis yang sama Posisi os. Kedua ossa coxae ke depan berhubungan sendi melalui symphysis pubica; ke belakang dengan os sacrum doslokasi articulatio sacroiliaca.

Ke atas tulang ini bersendi dengan os. Coxae pada acetabulum, dan kebawah, bersendi dengan tibia juga patella1 Femur pada ujung bagian atasnya memiliki caput, collum, trochanter major dan trochanter minor. Bagian caput merupakan lebih kurang dua pertiga bola dan berartikulasi dengan acetabulum dari os coxae membentuk articulatio coxae. Pada pusat caput terdapat lekukan kecil yang disebut fovea capitis, yaitu tempat perlekatan ligamentum dari caput.

SIRS | Dashboard

Sebagian suplai darah untuk caput femoris dihantarkan sepanjang ligamen ini dan memasuki tulang pada fovea. Bagian collum, yang menghubungkan kepala pada batang femur, berjalan ke bawah, belakang, lateral dan membentuk sudut lebih kurang derajat pada wanita sedikit lebih kecil dengan sumbu panjang batang femur.

Besarnya sudut ini perlu diingat karena dapat dirubah oleh penyakit Trochanter major dan minor merupakan tonjolan besar pada batas leher dan batang.

Yang menghubungkan dua trochanter ini adalah linea intertrochanterica di depan dan crista intertrochanterica yang mencolok di bagian belakang, dan padanya terdapat tuberculum quadratum. Permukaan anterior condylus dihubungkan oleh permukaan sendi untuk patella. Kedua condylus ikut membentuk articulatio dislolasi.

Di atas condylus terdapat epicondylus lateralis dan medialis. Tuberculum adductorium berhubungan langsung dengan epicondylus medialis. Muskular type yang disebabkan karena pertumbuhan otot-otot dari sendi kongenjtal paha yang tidak sehat, sehingga menyebabkan keluarnya caput femoris dari acetabulum; Osseus type, disebabkan karena acetabulum tidak tumbuh sehat sehingga caput femoralis tidak dapat tahan di dalam acetabulum3 Faktor genetik pasti mempunyai peran dalam etiologi, karena dislokasi kongenital cenderung terjadi pada keluarga.

  GINGHINA MIC TRATAT DE CARDIOLOGIE PDF

Faktor hormonal misalnya konsentrasi estrogen maternal yang tinggi, juga progesteron dan relaxin dalam beberapa minggu terakhir kehamilan konvenital memperburuk kekendoran ligamentum pada pangghl tersebut. Ini berkaitan dengan lebih tingginya insidens pada bayi yang lahir pertama, karena diantara mereka versi spontan kurang memungkinkan. Faktor postnatal mungkin menyokong persistensi instabilitas neonatal dan kesalahan perkembangan asetabulum. Dislokasi sangat banyak terjadi pada orang Lapps dan Indian Amerika Utara yang menggendong bayinya dan membawanya dengan kaki disatukan, pangkal paha dan lutut sepenuhnya ekstensi, dan jarang terjadi pada orang Cina Selatan dan Negro Afrika yang menggendong bayi mereka dengan tungkai abduksi lebar.

Juga ada bukti eksperimental bahwa ekstensi pangkal paha dan lutut secara simultan mengakibatkan dislokasi pangkal paha selama perkembangan dini. Selama masa bayi, sejumlah perubahan berkembang, sebagian perubahan tersebut mungkin merupakan displasia primer kongenita, acetabulum, dizlokasi atau femur proksimal, tetapi sebagian terjadi karena adaptasi terhadap instabilitas persisten dan karena penyambungan persendian yang abnormal.

Kepala femur mengalami dislokasi kearah posterior tetapi pada ekstensi pangkal paha, ini terlebih dulu terletak posterolateral dan kemudian superolateral terhadap acetabulum. Socket tulang rawan adalah dangkal dan anteversi. Kepala femur yang berupa tulang rawan ukurannya normal tetapi nukleus yang berupa tulang timbulnya terlambat dan osifikasinya tertunda disepanjang masa bayi. Superior labrum asetabulum dan kongenjtal kapsulernya mungkin terdorong kedalam socket oleh kepala femur yang mengalami dislokasi, limbus fibrokartilago ini mungkin merintangi setiap upaya reduksi tertutup pada kepala femur.

Baik asetabulum maupun leher femur tetap anteversi dan tekanan pada kepala femur menginduksi terbentuknya socket palsu diatas asetabulum yang dangkal.

Kapsul yang terjepit di dis,okasi tepi asetabulum dan otot psoas, mengembangkan penampilan seperti jam kaca. Pada saatnya, otot disekitar akan beradaptasi dengan memperpendek diri.

Pemeriksaan klinis untuk mengetahui dislokasi panggul bawaan pada bayi baru lahir adalah: Sendi panggul di fleksikan 90 derajat kemudian di abduksi secara hati-hati. Pada bayi normal, abduksi sebesar derajat dapat dengan mudah dilakukan dan bila abduksi kurang dari 60 derajat maka harus dicurigai ada dislokasi panggul bawaan. Pada dislokasi panggul bawaan, bila terdengar bunyi klik ketika trochanter mayor ditekan maka hal ini menandakan adanya reduksi dislokasi yang disebut uji Ortolani positifGambar skematis uji Ortolani: Femur difleksikan kemudian dengan hati-hati digeser kearah midline.

Setelah itu femur didorong kearah posterior secara perlahan. Bila terdapat dislokasi sendi panggul maka akan terasa kepala femur terdorong keluar dari asetabulum. Keempat jari pemeriksa memegang bagian belakang tungkai bawah dengan oanggul jari di depan. Dalam kontenital berbaring dan lutut dilipat, kedua lutut seharusnya sama tinggi. Pemeriksaan Radiologi Pemeriksaan biasanya agak cislokasi dilakukan karena pusat osifikasi sendi baru tampak pada bayi umur 3 bulan atau lebih sehingga pemeriksaan ini hanya bermanfaat pada umur 6 bulan atau lebih.

  KRACHER COLONEL PDF

Ultrasound Pemeriksaan ultrasound pada bayi-bayi dilakukan panggu menggantikan pencitraan panggul dengan foto rontgen. Pada bayi baru lahir, asetabulum dan kaput femoris dihubungkan oleh tulang rawan, sehingga pada foto polos biasa tidak terlihat. Pnggul pemeriksaan ultrasound, meskipun penderita berusia dibawah 3 bulan, hubungan antara kaput femoris dan asetabulum dapat diamati. Pengobatan umumnya hanya dengan memasang mempertahankan sendi panggul dalam posisinya bidai untukContoh penggunaan bidai dari Cambridge untuk koreksi dislokasi sendi panggul bawaan.

Bila sendi panggul panggu tidak stabil setelah jangka waktu tersebut, sebaiknya dilakukan pengawasan yang lebih lanjut follow up. Bila penderita berusia 18 bulan 5 tahun maka kelainan telah bersifat irreversible sehingga tindakan operasi merupakan satu-satunya diskokasi pengobatan untuk mengkoreksi kelainan yang ada.

Membuat pangkal paha tidak dapat bergerak dalam posisi abduksi yang ekstrim atau dipaksakan atau rotasi internal mungkin merupakan penyebab paling penting nekrosis avaskuler kepala femur. Penampilan radiografiknya dan perjalanan berikutnya akan sangat menyerupai penampilan dan perjalanan penyakit Legg-Calve-Perthes, dan perawatannya mengikuti prinsip yang sama dengan yang dijelaskan untuk perawatan penyakit tersebut Penekanan karena menahan beban tubuh dan aktivitas sehari-hari pada persendian yang tidak tepat, akan mempercepat terjadinya degenerasi tulang rawan artikuler pada persendian pangkal paha.

Degenerasi ini mungkin berprogresi ke artritis degeneratif sekunder yang berkembang penuh pada persendian pangkal paha dalam kehidupan dewasa, yang memerlukan operasi rekonstruksi pangkal paha sekunder untuk mengurangi nyeri dan disabilitas.

Terdapat tiga persendian yaitu dua panggup sacroiliaca dan shympisis pubis. Diduga etiologi congenital dislocation of the hip adalah 1 Muskular type yang disebabkan karena pertumbuhan otot-otot dari sendi pangkal paha yang tidak panggup, sehingga menyebabkan keluarnya caput femoris dari acetabulum; 2 Osseus type, disebabkan karena acetabulum tidak tumbuh sehat sehingga caput femoralis tidak dapat tahan di dalam acetabulum.

Gambaran klinis abnormal pada bayi berkaitan langsung dengan fakta bahwa pangkal paha mengalami dislokasi dan bergerak naik keatas acetabulum.

Dengan demikian kaki yang mengalaminya akan menjadi lebih pendek dibanding kaki lawannya. Perawatan harus dimulai segera setelah diagnosa ditegakkan, dan keberhasilannya tergantung pada penempatan kepala femur kedalam acetabulum dan mempertahankan hubungan seperti ini sampai persendian pangkal paha menjadi stabil. Buku Ajar Anatomi Pelvis. Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara.

Congenital Dislocation of the Hip

Congenital Dislocation of the Hip. Apleys System of Orthopaedics and Fractures. Pengantar Ilmu Bedah Orthopedi. Congenital Dislocation of The Hip. Congenital Dislocation of the Hip Documents. Congenital dislocation of the hip joint Documents. On congenital dislocation of the hip Documents. Prevention of congenital dislocation of the hip Documents.

Congenital Dislocation of the Hip Ppt Documents. Arthrography in Congenital Dislocation of the Hip Documents.

Screening for congenital dislocation of the hip Documents. Sonography in congenital dislocation of the hip Documents. Late diagnosed congenital dislocation of the hip Documents.